"Selamat datang di IPB Wan! Institut Pertanian Bogor."
Ada rasa bangga sebagai alumni dari kampus tercinta ketika beberapa kali nama IPB disebut dengan jelas dalam film "9 Summers 10 Autumns". Terlebih lagi seting adegannya benar-benar di kampus IPB dan di bogor. Mengingatkan kembali akan kenangan semasa kuliah. Makan pecel lele yang murah meriah, ngekost/ngontrak bareng teman, diskusi bersama di kampus, sampai dosen-dosen hebat yang banyak memberikan ilmu bermanfaat.
Dari pertama membaca buku karya Iwan Setyawan yanag berjudul "9 Summers 10 Autumns", banyak hal yang bisa diambil hikmah dan pelajarannya. Kemudian menonton filmnya untuk pertama kali kemarin malam seperti memberi siraman semangat positif bagi jiwa. Membangunkan rasa semangat juang untuk hidup lebih baik dan lebih "hidup". Seperti mendapat kesempatan untuk membangun kembali mimpi-mimpi yang sempat tertunda atau bahkan tersingkirkan karena keputus asaan. Tidak peduli di usia berapa atau kapan waktunya, kita berhak mewujudkan mimpi-mimpi tersebut. Selama semuanya dilakukan dengan kerja keras dan konsistensi untuk meraihnya.
Mimpinya sederhana, simpel, tidak rumit, hanya bosan menjadi orang melarat dan ingin punya kamar sendiri. Tapi kemudian diwujudkan dengan cara luar biasa melalui perjuangan sulit yang kompleks. Menghasilkan pencapaian yang luar biasa pula, yang sedikit orang bisa mendapatkannya. Kehangatan keluarga, kekompakan, perjuangan Bapak dan Ibuk serta dukungan penuh semangat dari keempat saudaranya menjadikan Iwan yang "tak pernah kalah oleh pukulan-pukulan waktu". Keserdehanaan mereka dalam menjalani hidup dan kegigihan untuk menggapai cita-cita dan kehidupan yang lebih baik cerminan bagi kita semua. Mungkin juga itu lah yang membuat Iwan Setyawan menjadi seorang manusia yang sulit dihancurkan bahkan mungkin lebih keras dari batu dalam mewujudkan mimpinya.
Selamat untuk mas Iwan yang telah membangkitkan kembali semangat orang banyak untuk mewujudkan mimpi-mimpinya. Memberi jalan bagi mereka yang baru mulai membangun mimpi untuk segera mewujudkannya. Menyadarkan kembali mereka yang telah sukses meraih mimpinya untuk bisa berbagi semangat positive kepada orang banyak.
Terima kasih mas Iwan :)
SALAM :)
Nb: Ada kemiripan antara mas Iwan dengan gw, terutama keinginan mempunyai kamar sendiri. Cuma beda sedikit, klo dulu mas Iwan pengen banget punya kamar sendiri, sedangkan gw pengen banget punya meja belajar sendiri. Alas untuk membaca dan menuliskan semua ilmu pengetahuan. Alhamdulillah sekarang udah bisa kewujud :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar