Sabtu, 27 April 2013

cuma pengen berbagi info aja


Hari ini diingetin beberapa kali oleh beberapa hal tentang satu hal yaitu "Berbagi/Sedekah"
Gw ceritain dulu isi ceramah shalat Jumat tadi yah, ga semua sih, udah agak2 lupa soalnya hehehe
Tema yang dibawa Khotib saat shalat Jumat tadi tentang keutamaan sedekah/berbagi/menjadi dermawan. Beliau cerita, saat manusia meninggal dan minta kesempatan buat balik lagi ke dunia untuk melakukan satu hal yang mungkin saat di dunia si manusia tersebut jarang atau tidak pernah melakukannya. Itu manusia kaga bakal minta waktu buat bisa shalat, kaga bakal minta waktu buat bisa naek haji, kaga bakal minta waktu buat bisa puasa ramadhan. Yang diminta cuma satu, minta waktu agar bisa sedekah/berbagi. Khotib juga bercerita saat ada sahabat Nabi SAW yang bertanya tentang keutamaan Islam maka Nabi menjawab "berbagi/sedekah/memberi makan". Ada juga cerita pada saat perang terakhir di jaman Nabi SAW, yaitu perang Tabuk. Jarak Tabuk ke Madinah sekitar 700 KM, jarak yang cukup jauh dan jelas perlu banyak perbekalan. Salah satu sahabat Rasulullah yaitu Utsman bin Affan menyumbang 1000 unta dan 1000 dinar untuk bekal pasukan. Pas itu sumbangan sampe depan Rasulullah, maka Rasul langsung berkata klo Utsman ini adalah orang yang segala perbuatannya disenangi oleh ALLAH SWT. Kaga peduli Utsman berbuat baik atau buruk, pokoknya disenangin dah sama ALLAH (gw lupa bunyi tepat haditsnya, cari sendiri dah, gw belom nemu hehehe). Yang namanya manusia klo udah seneng sama seseorang lain, apa aja yang dilakuin tuh orang tetep bakal dibela, kaga salah di matanya, klopun salah yah kaga salah2 banget, dimaafin langsung malahan. Lah ini apalagi ALLAH yang seneng, selamat dunia akherat hidup lo bro sist :D
Khotib juga menjelaskan bahwa berbagi/sedekah itu juga bisa menjaga agama. Kemiskinan yang menyebabkan kelaparan akan dekat dengan kekafiran. Karena saat miskin dan lapar, biasanya manusia udah kaga bakal mikirin Tuhan dah. Dengan berbagi/sedekah/ngasih makan itu bisa menjauhkan diri dari kekafiran dan menjaga agama.
Kira-kira kaya gitu yang disampaikan khotib saat ceramah Jumat tadi. Karena keterbatasan daya ingat dan otak gw, mungkin ada salah pengertian atau penjelasan di tulisan ini. Mohon maaf dan mohon maklum. Niatnya cuma pengen berbagi pemikiran dan info aja. Mudah-mudahan bermanfaat buat banyak orang :)
- Rasulullah bersabda: "Maafkanlah kesalahan orang yang murah hati (dermawan). Sesungguhnya ALLAH SWT menuntun tangannya jika dia terpeleset (jatuh). Seorang pemurah hati dekat kepada ALLAH SWT, dekat kepada manusia dan dekat kepada surga. Seorang yang bodoh tapi murah hati (dermawan) lebih disukai ALLAH SWT daripada seorang alim (tekun beribadah) tapi kikir". - (tiba-tiba aplikasi di henpon gw ngirim pesan kaya gitu)
Di bawah ini kumpulan hadits tentang sedekah/berbagi:
  1. Bersodaqoh pahalanya sepuluh, memberi hutang (tanpa bunga) pahalanya delapan belas, menghubungkan diri dengan kawan-kawan pahalanya dua puluh dan silaturrahmi (dengan keluarga) pahalanya dua puluh empat. (HR. Al Hakim)
  2. Yang dapat menolak takdir ialah doa dan yang dapat memperpanjang umur yakni kebajikan (amal bakti). (HR. Ath-Thahawi)
  3. Apabila anak Adam wafat putuslah amalnya kecuali tiga hal yaitu sodaqoh jariyah, pengajaran dan penyebaran ilmu yang dimanfaatkannya untuk orang lain, dan anak (baik laki-laki maupun perempuan) yang mendoakannya. (HR. Muslim)
  4. Allah Tabaraka wata’ala berfirman (di dalam hadits Qudsi): “Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu.” (HR. Muslim)
  5. Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam. Ia tidak merasa lelah dan ia juga ibarat orang berpuasa yang tidak pernah berbuka. (HR. Bukhari)
  6. Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw, “Sodaqoh yang bagaimana yang paling besar pahalanya?” Nabi Saw menjawab, “Saat kamu bersodaqoh hendaklah kamu sehat dan dalam kondisi pelit (mengekang) dan saat kamu takut melarat tetapi mengharap kaya. Jangan ditunda sehingga rohmu di tenggorokan baru kamu berkata untuk Fulan sekian dan untuk Fulan sekian.” (HR. Bukhari)
  7. Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad)
  8. Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (sodaqoh) sebutir kurma. (Mutafaq’alaih)
  9. Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi)/menjemput rezeki
  10. Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana.(HR. Ath-Thabrani) /penolak bala/menyembuhkan penyakit
  11. Tiada seorang bersodaqoh dengan baik kecuali Allah memelihara kelangsungan warisannya. (HR. Ahmad)
  12. Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sodaqohnya. (HR. Ahmad)
  13. Tiap muslim wajib bersodaqoh. Para sahabat bertanya, “Bagaimana kalau dia tidak memiliki sesuatu?” Nabi Saw menjawab, “Bekerja dengan ketrampilan tangannya untuk kemanfaatan bagi dirinya lalu bersodaqoh.” Mereka bertanya lagi. Bagaimana kalau dia tidak mampu?” Nabi menjawab: “Menolong orang yang membutuhkan yang sedang teraniaya” Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?” Nabi menjawab: “Menyuruh berbuat ma’ruf.” Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?” Nabi Saw menjawab, “Mencegah diri dari berbuat kejahatan itulah sodaqoh.” (HR. Bukhari dan Muslim)
  14. Apa yang kamu nafkahkan dengan tujuan keridhoan Allah akan diberi pahala walaupun hanya sesuap makanan ke mulut isterimu. (HR. Bukhari)
  15. Sodaqoh paling afdhol ialah yang diberikan kepada keluarga dekat yang bersikap memusuhi. (HR. Ath-Thabrani dan Abu Dawud)
  16. Satu dirham memacu dan mendahului seratus ribu dirham. Para sahabat bertanya, “Bagaimana itu?” Nabi Saw menjawab, “Seorang memiliki (hanya) dua dirham. Dia mengambil satu dirham dan bersodaqoh dengannya, dan seorang lagi memiliki harta-benda yang banyak, dia mengambil seratus ribu dirham untuk disodaqohkannya. (HR. An-Nasaa’i)
  17. Orang yang membatalkan pemberian (atau meminta kembali) sodaqohnya seperti anjing yang makan kembali muntahannya. (HR. Bukhari)
  18. Barangsiapa diberi Allah harta dan tidak menunaikan zakatnya kelak pada hari kiamat dia akan dibayang-bayangi dengan seekor ular bermata satu di tengah dan punya dua lidah yang melilitnya. Ular itu mencengkeram kedua rahangnya seraya berkata, “Aku hartamu, aku pusaka simpananmu.” Kemudian nabi Saw membaca firman Allah surat Ali Imran ayat 180: “Dan janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi.” (HR. Bukhari)
  19. Tiada suatu kaum menolak mengeluarkan zakat melainkan Allah menimpa mereka dengan paceklik (kemarau panjang dan kegagalan panen). (HR. Ath-Thabrani)
  20. Barangsiapa memperoleh keuntungan harta (maka) tidak wajib zakat sampai tibanya perputaran tahun bagi pemiliknya. (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Daftar Pustaka

1 komentar:

winasoen's mengatakan...

tengkyu riooo